Langkah 1: Menghitung crude function points (CFP)
Perhitungan CFP digunakan untuk mengukur proses informasi. Ada beberapa komponen yang dilibatkan dalam pengukuran ini. Komponen ini memiliki kategori "sederhana", "menengah" atau "kompleks" tergantung pada karakteristik kompleksitas yang dimiliki.
Perhitungan CFP melibatkan 5 komponen dalam analisis sistem software berikut:
- Jumlah macam aplikasi input
- Jumlah macam aplikasi output
- Jumlah macam aplikasi query online/inquiry – aplikasi ini berhubungan dengan query terhadap data yang tersimpan.
- Jumlah macam file/tabel logic yang terlibat
- Jumlah macam interface eksternal – output atau input yang dapat berhubungan dengan komputer lewat komunikasi data, CD, disket, dan lain-lain.
Gambar diatas menggambarkan komponen-komponen analisis tersebut dalam bentuk diagram. Sebelum mengukur CFP, terlebih dahulu diidentifikasi komponen-komponen yang dalam rancangan software tersebut. Dalam hal ini suatu diagram arus data dapat digunakan. Komponen - komponen yang telah teridentifikasi tersebut selanjutnya dikelompok-kelompokkan menjadi ”sederhana”, ”sedang” dan ”kompleks” berdasarkan kompleksitasnya. Setelah itu, jumlah masing-masing komponen yang telah dikategorisasi tadi dapat dimasukkan ke dalam tabel CFP. Tabel CFP yang digunakan menggunakan blangko seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut
Langkah 2: Menghitung faktor pengubah kompleksitas relatif/relative complexity adjustment factor (RCAF)
RCAF berfungsi untuk menghitung kesimpulan kompleksitas atau kompleksitas teknis dari suatu sistem software dari subyek perspektif yang paling berpengaruh terhadap usaha pengembangan yang dibutuhkan. Subyek-subyek yang dinilai tingkatannya tersebut ialah sebagai berikut:
- Kompleksitas kehandalan backup/recovery
- Kompleksitas komunikasi data
- Kompleksitas pemrosesan terdistribusi
- Kompleksitas kebutuhan kinerja
- Kebutuhan lingkungan operasional
- Kebutuhan knowledge pengembang
- Kompleksitas updating file master
- Kompleksitas instalasi
- Kompleksitas aplikasi input, output, query online dan file
- Kompleksitas pemrosesan data
- Ketidakmungkinan penggunaan kembali dari kode-kode yang akan dibuat (non-reusable)
- Variasi organisasi pelanggan
- Kemungkinan perubahan/fleksibilitas
- Kebutuhan kemudahan penggunaan
Penilaian dilakukan dengan skala pengukuran 0 sampai 5 yang diberikan pada tiap subyek di atas. Contoh blanko penilaian yang akan digunakan diberikan seperti berikut
Langkah 3: Menghitung Function Point (FP)
Setelah selesai penghitungan RCF, langkah terakhir dari metode ini adalah menghitung nilai Function Point itu sendiri. Nilai function point untuk sistem software yang diberi penilaian dihitung berdasarkan hasil dari tahap 1 dan 2 yang dimasukkan ke dalam persamaan (2).
FP = CFP x (0.65 + 0.01 x RCAF)............................. (2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar